- Jemaah haji gelombang I disarankan melakukan sejumlah amalan sunnah ihram di miqat Abyar Ali. Namun untuk jemaah haji lemah, lansia dan risti, mereka dianjurkan untuk memakai pakaian ihram dan shalat sunah ihram di hotel tempat tinggal mereka di Madinah. Setiba di Abyar Ali jemaah tidak perlu turun dari bus, cukup melafalkan niat ihram haji atau ihram umrah dari dalam bus saat bus hendak berangkat.
- Bagi jamaah haji gelombang II yang hendak melaksanakan ihram haji atau ihram umrah di atas pesawat hendaknya melaksanakan sunnah-sunnah ihram sejak dari asrama embarkasi menjelang berangkat dan mengenakan pakaian ihram sejak di embarkasi.
- Jemaah haji lemah, lansia, risti dan sakit, ketika mengucapkan niat ihram umrah/haji sangat dianjurkan isytirat, yaitu niat ihram umrah atau ihram haji yang disertai dengan mengucapkan syarat “aku niat haji/umrah, apabila aku sakit atau terhalang maka aku tahallul di tempat di mana aku terhalang.”
- Setelah mengucapkan niat haji/umrah dengan isytirat, jemaah haji lemah, lansia, risti dan sakit hendaknya melanjutkan aktivitas ibadah dengan berdzikir dengan membaca talbiyah diselingi doa, yang dibaca sepanjang perjalanan menuju Makkah dan berhenti membaca talbiyah saat tiba di Hajar Aswad hendak memulai tawaf bagi yang melaksanakan umrah.