Tidak seperti manusia yang perlu belajar terlebih dahulu untuk bisa berkata sesuatu, Allah berkomunikasi dengan bahasanya yang disebut kalamullah atau firman Allah.
Allah berfirman melalui kitab yang diturunkan oleh perantara para Nabi. Al Quran menjadi tanda keberadaan Allah dan bukti bahwa Allah berkata-kata atau berfirman.
۞ وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنْ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحْيًا اَوْ مِنْ وَّرَاۤئِ حِجَابٍ اَوْ يُرْسِلَ رَسُوْلًا فَيُوْحِيَ بِاِذْنِهٖ مَا يَشَاۤءُ ۗاِنَّهٗ عَلِيٌّ حَكِيْمٌ
Artinya:
“Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin nya apa yang dikehendakinya. Sungguh Dia Maha Tinggi, Maha Bijaksana.” (QS. Asy Syura, ayat 51)