Selain itu, ada beberapa ketentuan terkait dengan sa’i sebagai berikut :

  1. Menurut jumhur ulama’, dalam sa’i tidak dipersyaratkan seseorang harus suci dari hadas besar dan hadas kecil;
  2. Sa’i dikerjakan setelah tawaf ifadhah dan tawaf umrah;
  3. Bagi jemaah yang melaksanakan haji ifrad dan qiran tidak perlu melakukan sa’i lagi ketika melakukan tawaf ifadhah jika ia telah melaksanakan sa’i setelah tawaf qudum;
  4. Tidak ada sa’i sunat