Untuk meraih predikat haji mabrur, setiap jemaah haji harus:
- Meneguhkan niat yang tulus ikhlas semata- mata karena Allah;
- Menghindari perbuatan sum’ah (mencari popularitas), riya (menonjolkan diri) dan mubahah (berbangga-bangga);
- Membekali diri dengan takwa karena sebaik- baik bekal adalah takwa kepada Allah;
- Menggunakan biaya yang halal;
- Membekali diri dengan hati yang selalu berserah diri kepada Allah, menerapkan sikap sabar, tawakkal, dan bersyukur dalam setiap kesempatan serta memperbanyak dzikir dan doa;Melaksanakan semua rangkaian haji, mulai dari rukun, wajib, dan sunnahnya sesuai tuntunan syariat;
- Mengendalikan hawa nafsu selama dalam perjalanan dan selama menjalankan ibadah haji dengan senantiasa berusaha tidak melakukan rafas\(ucapan/perbuatan yang bersifat pornografi), fusuq (perbuatan maksiat/dosa), dan jidāl (berbantah-bantahan dan pertengkaran);
- Menghindari semua larangan ihram dengan penuh kesungguhan;Meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial sepulang dari ibadah haji, yang ditandai dengan:
- Menunjukkan tutur kata yang baik;
- Menebarkan kedamaian dan kesejah- teraan;
- Menunjukkan sikap senang memberi dan membantu kepentingan umat;
- Meninggalkan maksiat.