Untuk meraih predikat haji mabrur, setiap jemaah haji harus:

  1. Meneguhkan niat yang tulus ikhlas semata- mata karena Allah;
  2. Menghindari perbuatan sum’ah (mencari popularitas), riya (menonjolkan diri) dan mubahah (berbangga-bangga);
  3. Membekali diri dengan takwa karena sebaik- baik bekal adalah takwa kepada Allah;
  4. Menggunakan biaya yang halal;
  5. Membekali diri dengan hati yang selalu berserah diri kepada Allah, menerapkan sikap sabar, tawakkal, dan bersyukur dalam setiap kesempatan serta memperbanyak dzikir dan doa;Melaksanakan semua rangkaian haji, mulai dari rukun, wajib, dan sunnahnya sesuai tuntunan syariat;
  6. Mengendalikan hawa nafsu selama dalam perjalanan dan selama menjalankan ibadah haji dengan senantiasa berusaha tidak melakukan rafas\(ucapan/perbuatan yang bersifat pornografi), fusuq (perbuatan maksiat/dosa), dan jidāl (berbantah-bantahan dan pertengkaran);
  7. Menghindari semua larangan ihram dengan penuh kesungguhan;Meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial sepulang dari ibadah haji, yang ditandai dengan:
  • Menunjukkan tutur kata yang baik;
  • Menebarkan kedamaian dan kesejah- teraan;
  • Menunjukkan sikap senang memberi dan membantu kepentingan umat;
  • Meninggalkan maksiat.