Pada suatu hari orang tua si Petruk dipanggil menghadap Kepala Sekolah karena si Petruk sering kali menyontek kertas ujian milik si Gareng pada saat ujian.
Orang Tua Petruk: “Apa buktinya kalau anak saya nyontek?”
Kepala Sekolah: “Salah satu buktinya ini, pada waktu ujian sejarah. Baik, coba kita lihat. Pertanyaan No.1, Siapa pengarang buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’?”
Gareng menjawab: “R.A Kartini”.
Petruk menjawab: “R.A Kartini”.
Orang Tua Petruk: “Lha, jawaban kan bisa saja sama karena si Petruk kan belajar sebelum ulangan.”
Kepala Sekolah: “Ya, bisa saja sama. Tapi coba bapak lihat soal pertanyaan no.2. Dimana R.A Kartini dilahirkan?
Gareng menjawab: “Di Jepara.”
Petruk menjawab: “Di Jepara.”
Orang Tua Petruk: “Ah, itu sih kebetulan, bapak tidak cukup bukti untuk menyatakan anak saya nyontek. Bisa saja malah Gareng yang nyontek pekerjaan anak saya.”
Kepala Sekolah: “Bapak betul, bisa saja itu kebetulan, tapi coba bapak lihat soal berikutnya. Pertanyaan No.3, Tahun berapa terjadi Perang Diponegoro?
Gareng menjawab: “Saya tidak tahu.”
Petruk menjawab: “Apalagi saya.”