Saat melihat kematian, semestinya semakin menyadarkan bahwa kita akan menyusulnya, cepat atau lambat. Kematian memang misteri, namun setiap manusia sudah diingatkan bahwa kematian akan menjemputnya. Itulah sebabnya, setiap ada kematian, semestinya menjadi pengingat dan sarana muhasabah diri tentang bekal apa yang sudah dipersiapkan, dan sudah sejauh mana amal shaleh yang sudah dilakukan?
Kisah-kisah orang shaleh dalam memaknai kematian itu melalui persiapan yang matang, bekal yang banyak, dan jauh-jauh hari meniti waktunya dengan memperbanyak amal shaleh, sekaligus menghindari dosa dan kemaksiatan, serta mengakhirinya dengan tersenyum, yang ditandai dengan khusnul khatimah.
Sebaliknya, mereka yang berperilaku buruk, kematian itu semakin dihindari, ingin lari sejauh-jauhnya, bersembunyi di dalam benteng yang kokoh, padahal harus menjadi kesadaran bersama bahwa semakin bertambah umur, itu artinya semakin dekat dengan kematian.
Allah Swt. berfirman dalam Q.S. al-Jumu’ah: 8, yaitu:
Artinya:
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. al-Jumu’ah/62: 8)
Kematian merupakan ketentuan Allah Swt. (sunatullah). Tidak ada seorang pun yang dapat menghindarinya. Kematian merupakan hal yang pasti, cepat atau lambat, pasti akan datang. Semua makhluk hidup akan merasakan mati. Tidak ada seorang pun, baik kaya miskin, berpangkat atau orang biasa, tua muda, maupun yang siap atau tidak siap, semuanya akan menjemput kematian. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt. (Q.S. Ali Imrān: 185), yaitu:
Artinya:
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya (Q.S. Ali Imrān: 185).
Kematian menjemput seseorang dengan beragam sebab, dan beraneka ragam cara kematian itu. Di Indonesia, setiap hari 50 orang meninggal karena narkoba; 85% kematian di jalan raya didominasi anak muda, belum lagi yang dijemput kematian di rumah sakit, di atas ranjang tanpa penyebab yang pasti, dan beribu macam kematian yang menimpa anak manusia, bahkan ada yang baru berusia seminggu, sebulan, bahkan belum setahun sudah ditimpa kematian.