Kenapa harus ada kematian? Begitu juga kenapa ada kehidupan? Keduanya siklus hidup yang harus dilalui manusia. Hidup berarti pilihan, tergantung manusia, mau memilih di jalan kebenaran atau keburukan. Allah Swt. sudah memberikan segalanya, saat manusia berada di dunia diberinya panca indera, akal, qalbu (hati nurani), diturunkan para Nabi dan Rasul agar diteladani, dan di antaranya dibarengi dengan wahyu. Apalagi adanya hidup dan mati itu sebagai ujian bagi manusia, siapa yang paling baik amalnya (perhatikan Q.S. al-Mulk/67: 2).
Semua nikmat tersebut harus menjadi bekal manusia saat menjalani kehidupan. Jadi, tidak ada alasan bagi manusia yang gagal atau terpuruk menjalani kehidupan, karena Allah Swt sudah memberikan segalanya. Bukankah Rasulullah Saw. juga sudah mengingatkan bahwa dunia ini sementara, hanya jembatan menuju akhirat, laksana musafi r yang sedang istirahat (dunia), lalu melanjutkan kehidupan yang sejati (akhirat).
Rasulullah Saw. pernah berwasiat kepada Ibu Umar r.a.
Artinya:
Rasulullah Saw. bersabda: “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau orang musafir … .”
Menjelang kematian, setiap manusia mengalami sakaratul maut. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan saat kondisi kritis ini, baik kita sebagai keluarga, karib kerabat, atau maupun orang terdekat, antara lain: mentalqin-kan (menuntun bacaan tauhid) di telinga seseorang dengan suara jelas dan tegas, tetapi jika sudah dalam keadaan sangat kritis, cukup dibimbing hanya dengan lafal “Allah” saja.
Sementara itu, ada beberapa langkah atau tindakan yang harus dilaksakaan, saat kematian itu sudah terjadi, yaitu sebagai berikut:
- Segera mengatupkan atau memejamkan matanya, karena saat ruh sudah dicabut, mata jenazah mengikuti arahnya.
- Melenturkan persendiannya agar tidak menjadi kaku dan keras.
- Menanggalkan pakaian dan perhiasannya dan diganti dengan pakaian yang menutupi dan melindungi seluruh tubuhnya .
- Membetulkan letak anggota tubuhnya serta membujurkannya ke arah kiblat.
- Menyegerakan seluruh proses pengurusan jenazah.
- Membayarkan utang-utangnya.